Melukis Hujan

Aku, hujan, segelas susu coklat, dan aksara.

Bertanya-tanya?  

”

Ada aksara menari-nari di tengah hujan di hati si lelaki yang semacam menyerah untuk berlari; jangan sesali.

2 days ago
”

Rindu itu kuharap masih jadi keretaku menuju kamu, hatimu yang tak terjangkau hujanku.

2 days ago
”

Ada hujan di satu lebih lima pagi yang kudekap erat. Melekat, pekat.

2 days ago

mbakaneh asked: kakak tuh anonymous ga sih? kok misterius

Semua punya nama, termasuk yang tanpa nama. :)

3 days ago

iniuntukkamu asked: Follow kamu.. :)

Terima kasih. :)

3 days ago

inanggunheart asked: haai, disini anggun, disitu siapa? folbek yaaa.. :)

Di sini Pelukis Hujan. :)

3 days ago
”

Ada punggung yang ingin kupeluk erat; punggung yang selalu balik menatapku kala aku menatapnya.

1 week ago
”

Hujanmu cuma turun sehari. Sisanya kau coba lupakan dataran tandusku.

1 week ago
”

Karena akulah yang melukis apa yang selalu kau tunggu; hujan.

1 week ago
”

Langit menangis, hujan menangis, aku menangis, kamu menangis.

2 weeks ago
Older posts
Subscribe via RSS. Designed by Sleepover.