January 2011
43 posts
Keluar dari kotak kecilmu yang nyaman itu! Bukankah itu tugasmu untuk menggapai...
– Pelukis Hujan
Ada orang yang sedemikian beruntungnya bisa pergi ke tempat dimana mimpinya...
– Pelukis Hujan
Kamu berlaku sesuka yang kamu mau. Kadang aku lelah, tapi masih menunggu.
– Pelukis Hujan
Thank you, silence.
– Alanis Morissette (via quote-book)
Aku merasa nyaman kala cintamu mengudara, hanya untukku.
– Pelukis Hujan
Kenapa kamu sebut saya jahat? Kenapa orang-orang sebut saya jahat? Ya, saya...
– Soni-Pemakaman; Karena Kita Tidak Kenal
Love is old, love is new. Love is all, love is you.
– The Beatles-Because
Cinta itu menjerat. Semuak-muaknya kamu dengan cinta, itu tak mengubah...
– Pelukis Hujan
Nggak Ada Kerjaan Lain Ya?
Ceritanya baru pulang sekolah dan si ibu udah siap-siap mau pergi ke acara orang meninggal. Saya yang ngerasa akhir-akhir ini ibu pergi ke orang meninggal melulu jadi kesel sendiri.
Saya: Mau kemana?
Ibu: Ada orang meninggal.
Saya: Siapa lagi?
Ibu: Ada tuh, orang gereja.
Saya: Orang-orang lagi nggak punya kerjaan ya? Tiap hari bisanya mati doang!
Sebentar lagi kalian sudah jadi maha, bukan siswa lagi.
– Bu Halimah
Stres pra-UN
Kadang yang ingin dilupakan adalah sesuatu yang tak akan terlupakan. Kamu salah...
– Pelukis Hujan
D
Aku meniti hari
Menatap sepi
Mengharap perih
Merintih
Diam
Aku bicara, kamu diam
Aku tertatih, kamu diam
Aku terjatuh, kamu diam
Aku menghilang, kamu diam
Akhirnya aku putuskan untuk diam
Sampai kamu tak terdiam
Aku menghilang, bukan karena ingin lenyap darimu, cuma ingin kamu mencari.
– Pelukis Hujan
Lihat aku! Aku ini kasat mata!
– Pelukis Hujan
Aku berani menatap mata dunia, tapi aku terlalu pengecut untuk menatap mata...
– Pelukis Hujan
Aku tertawa hari ini, kuharap aku masih bisa tertawa saat berpisah nanti.
– Pelukis Hujan
Kita sudah berjalan selama ini, sejauh ini, berat rasanya melepas kalian.
– Pelukis Hujan
Membuat kenangan sebanyak-banyaknya, sebelum akhirnya kita menapaki jalan...
– Pelukis Hujan
Setelah nanti akan ada perpisahan, namun aku bisa merasakan pekatnya sekarang.
– Pelukis Hujan
Melewati ribuan bulan untuk merengkuh mimpiku, bersamamu.
– Pelukis Hujan
Satu inginku, memiliki bintang dengan ukiran namamu di atasnya.
– Pelukis Hujan
Bintang, indah yang tak terjangkau, begitu pula adanya kamu.
– Pelukis Hujan
Menggenggam tanganmu dalam kehangatan senja, masih kuharapkan detik tak lagi...
– Pelukis Hujan
Seperti sehabis hujan, kamu menyejukkan. Seperti senja, kamu menghangatkan.
– Pelukis Hujan
Untuk melupakan lelaki dalam hujan itu, aku butuh satu benturan keras di kepala.
– Pelukis Hujan
Mengingat satu nama. Aku tertatih. Aku merindu.
– Note to Me
Kembali menjadi seasing dulu, namun namamu di lidahku masih terkecap...
– Note to Me
Dunia membuatku muak, aku ingin pergi, membaur dengan orang-orang asing, kembali...
– Note to Me
Aku menerobos hujan, mencari kepastian, akan aku, akan kamu, akan kita.
– Pelukis Hujan
Aku terjebak, disudutkan oleh ingatan yang tak kembali.
– Pelukis Hujan
Sudut Ruang
Aku dalam satu sudut ruang.
Tersudut.
Terhimpit.
Orang lalu-lalang.
Aku tersenyum.
Aku tertawa.
Menertawakan kekosongan.
Tersenyum dalam kekosongan.
– Pelukis Hujan